TEMPO.CO, Yogyakarta – Tingginya harga beras kualitas medium sampai akhir bulan ini hingga Rp 8.200 membuat pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan Rp 100 juta untuk pengadaan beras operasi pasar. “Itu untuk persiapan 400 ton beras operasi pasar dan cadangan,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta, Astungkoro, Jumat, 27 Januari 2012.
Selain Pemerintah Kota Yogyakarta, pemerintah kabupaten juga diminta segera mengajukan surat permintaan operasi pasar beras. Pengajuan melalui surat kepada dinas di provinsi itu dalam waktu dekat akan diselenggarakan operasi pasar.
Ia menyatakan pihaknya akan menggelar operasi pasar beras minimal dua kali dalam satu tahun. Bahkan operasi pasar bisa dilakukan lebih dari dua kali tergantung pada harga beras dan permintaan pemerintah kabupaten dan kota.
Biasanya operasi pasar beras dilakukan menjelang hari perayaan keagamaan seperti Lebaran dan akhir tahun. Operasi pasar beras dilakukan untuk menekan laju kenaikan harga beras.
Jika dilakukan operasi pasar di awal tahun, harapannya bisa juga bisa menekan laju inflasi secara umum mengingat harga kebutuhan perut itu sering menyumbang angka inflasi.
Astungkoro berharap jika sudah tiba saat musim panen padi, harga bisa turun dan stabil pada Februari. Untuk biaya operasional operasi pasar, transportasi, dan pengepakan, pemerintah juga menyediakan sebesar Rp 500 per kilogram beras. Harga beras operasi pasar masih tetap Rp 6.100 per kilogram.
“Kalau pemerintah kabupaten dan kota mengajukan surat untuk operasi pasar, akan kami sediakan,” kata Astungkoro lagi.
Dari pantauan harga beras di pasar tradisional oleh Tempo, beras kelas premium mencapai Rp 9.000 per kilogram dan harga beras premium Rp 8.200 per kilogram. Rata-rata harga beras naik Rp 300 per kilogram di akhir Januari ini. “Pasokan beras juga agak berkurang,” kata Suyamti, pedagang beras di Beringharjo.
Kenaikan harga beras akibat terbatasnya pasokan karena belum musim panen padi. Selain itu juga ada sawah yang terendam yang mengakibatkan padi rusak.
MUH SYAIFULLAH
